BADAK178 Platform Digital Modern dengan Akses Cepat dan Fitur Praktis
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance akan memimpin delegasi negosiasi damai dengan Iran.
Trump langsung menunjuk Vance untuk turun langsung dalam proses negosiasi. Vance kemungkinan akan terlibat negosiasi bersama Utusan Khusus Presiden Steve Witkoff dan menantu Trump Jared Kushner.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vance kemudian blak-blakan menyebut Trump "tidak sabar" menginginkan kemajuan negosiasi dalam perang dengan Iran.
Berbicara di sebuah acara di Budapest selama kunjungannya ke Hungaria, Vance mengatakan kesepakatan mungkin terjadi jika Iran bernegosiasi dengan tulus.
Namun, ia memperingatkan Iran sebagian secara sistem mendekati pembicaraan secara konstruktif, sementara yang lain "berbohong" tentang gencatan senjata. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai "gencatan senjata yang rapuh".
"Presiden Amerika Serikat telah memberi tahu saya dan dia telah memberi tahu seluruh tim negosiasi, menteri luar negeri, utusan khusus Steve Witkoff, dia mengatakan untuk bekerja dengan iktikad baik demi mencapai kesepakatan," kata Vance, dikutip dari Reuters.
"Dia tidak sabar. Dia tidak sabar untuk membuat kemajuan. Dia telah memberi tahu kami untuk bernegosiasi dengan iktikad baik. Saya pikir jika mereka bernegosiasi dengan iktikad baik, kita akan dapat menemukan kesepakatan. Tetapi itu adalah suatu 'jika' yang besar, dan pada akhirnya, terserah kepada Iran bagaimana mereka bernegosiasi. Saya harap mereka membuat keputusan yang tepat," ujar Vance.
AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan. Proses itu berpotensi menghentikan perang selama enam pekan yang telah menewaskan ribuan orang, menyebar ke seluruh Timur Tengah, dan menyebabkan gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan energi dunia.
(bac) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

